<-!-JAP9NTl->

Rumah yang Kokoh

Pdt. Petra Sitepu

(Lukas 6 : 47 - 49)

        Tuhan Yesus memperhadapkan kepada kita dua kategori manusia, yakni orang yang bodoh dan orang yang bijaksana. Persamaan dari keduanya adalah sama-sama mendengar firmanTuhan. Kesamaan itu diibaratkan sebagai hal mendirikan suatu rumah. Perbedaan dari keduanya ialah orang yang bijaksana melakukan firman Tuhan yang sudah didengarnya, sedangkan orang yang bodoh tidak melakukan firman yang sudah didengarnya.  Tuhan Yesus menunjukkan perbedaan itu pada perbedaan fondamen atau dasar di mana kedua rumah itu didirikan. Orang yang melakukan firman Tuhan diibaratkan sebagai orang yang menggali tanah dalam-dalam dan meletakan dasar rumah yang didirikannya itu di atas batu, sedangkan orang yang tidak melakukan firman Tuhan diibaratkan sebagai orang yang mendirikan rumahnya di atas pasir.


"Memperdalam akar iman: "Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di alas batu. Maka datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun." (Lukas 6:48)"

       Dalam perjalanan hidup manusia, siapapun dia, baik orang kaya maupun orang miskin, baik raja-raja maupun orang biasa, semuanya tidak akan pernah bebas dari persoalan. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa "dunia ini bukan firdaus." Memang tidak salah ungkapan ini. Tetapi hidup anak-anak Tuhan seharusnya adalah hidup seperti di sorga, seperti Tuhan Yesus mengajar doa kepada murid-murid-Nya: Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga."(Matius 6:9-10).
Memang kita saat ini belum tinggal di sorga yang sesungguhnya, tetapi seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, agar minta kepada Bapa supaya kehendak Bapa jadi di bumi ini, saat kita hidup ini, seperti suasana di sorga.


Ada tiga point yang akan menguatkan saudara diantaranya;


1. Merenungkan Firman Tuhan agar hidupmu berhasil
Yosua 1 : 8 di dalam pembacaan kitab Yosua mengingatkan kita agar teguh berpegang akan kebenara Firman Tuhan. Agar apapun yang kita pergumulkan dan perkara yang terjadi di dalam hidup kita kita tetap bertindak hati-hati dalam segala hal agar senantiasa hidup dalam ketetapan Tuhan.


2. Melakukan kehendak Firman dan jangan menipu diri sendiri
Yakobus 1 : 22Melakukan firman Tuhan itulah ketahanan iman kita dalam menjalani kenyataan hidup di dalam dunia ini, sepahit apapun itu. Pada saat yang sama, melakukan firman Tuhan adalah memberi ruang kepada Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya.
Yang menjadi persoalan sekarang ialah sikap kita sendiri dalam menghadapi hidup ini. Tuhan menggambarkan kehidupan kita ini seperti orang yang mendirikan rumah, dan ada dua macam cara orang mendirikan rumah, seperti kata Yesus, oleh sebab itu jika kita hanya menjadi pendengar saja tampa melakukan kehendak Tuhan seperti yang Tuhan gambarkan di dalam Firman ini kita sama aja menipu diri sendiri.
Sekali lagi, mari kita selalu mengingat firman Tuhan ini.


3. Taatilah perkataan Roh Kudus
Roma 8 : 16  “ Roh Itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak anak Allah” Puji Tuhan melalui pembacaan Firman ini kita di kuatkan bahwa kita adalah umat pilihan Allah, yang di pilih dan di kuduskannya. Oleh sebab itu kita di tuntut untuk selalu mengandalkan dan peka terhadap suara Tuhan.
Lukas 11:28 "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."
Di zaman sekarang ini, semua umat Tuhan hidup dalam berbagai penderitaan dan tantangan. Tinggal bagaimana kita membangun rumah rohani kita. Apakah rumah rohani kita punya pondasi, yaitu firman Allah yang dalam dan didirikan atas batu karang Yesus? Atau apakah ibadah kita hanya dangkal saja dan kadang-kadang?

Oleh karena Allah kita adalah Allah yang hidup dan maha kuasa, kita dengan iman memandang hari depan yang penuh pengharapan. Sebab hari esok kita ada dalam tangan Tuhan Yesus.

Pdt. Petra Sitepu

 

System.String[]System.String[]